Apa Itu Layer 2 Solution dan Bagaimana Cara Kerjanya?

Layer 2 solution adalah konsep yang penting dalam ekosistem blockchain, terutama dalam mengatasi masalah skalabilitas dan biaya transaksi tinggi yang sering kali terjadi di jaringan utama seperti Ethereum. Untuk memahami bagaimana layer 2 solution bekerja, kita perlu memahami dasar-dasar teknologi blockchain.

Dasar-dasar Teknologi Blockchain

Blockchain adalah teknologi yang mendasari mata uang digital seperti Bitcoin dan Ethereum. Ini bekerja dengan cara mendistribusikan dan memverifikasi transaksi di seluruh jaringan dari node ke node tanpa memerlukan otoritas sentral. Setiap transaksi dikumpulkan dalam blok dan disusun dalam urutan kronologis untuk membentuk rantai blok, yang memberikan keamanan tinggi dan transparansi bagi pengguna.

Ethereum, sebagai salah satu platform blockchain terkemuka, memungkinkan pengembangan aplikasi terdesentralisasi (dApps) di atasnya. Namun, Ethereum menghadapi beberapa tantangan, terutama dalam hal skalabilitas dan biaya tinggi transaksi ketika jaringan sedang sibuk.

Masalah Skalabilitas dan Biaya Transaksi Tinggi

Salah satu masalah utama yang dihadapi oleh Ethereum adalah skalabilitasnya. Dengan semakin banyaknya pengguna dan transaksi, jaringan Ethereum dapat menjadi lambat dan biaya transaksinya tinggi. Ini terjadi karena setiap transaksi harus diproses oleh seluruh jaringan, yang membutuhkan waktu dan biaya yang signifikan.

Ketika jaringan sedang sibuk, biaya gas yang dikenakan untuk memverifikasi transaksi bisa sangat tinggi, membuatnya tidak memungkinkan untuk penggunaan yang lebih luas atau aplikasi yang membutuhkan banyak transaksi dalam waktu singkat.

Definisi dan Tujuan Layer 2 Solution

Layer 2 solution adalah teknologi yang dirancang untuk mengatasi masalah-masalah tersebut dengan menggeser sebagian besar transaksi blockchain ke lapisan di atas blockchain utama, yang disebut sebagai “layer 2”. Tujuan utamanya adalah untuk meningkatkan throughput (jumlah transaksi per detik) dan mengurangi biaya transaksi tanpa mengorbankan tingkat keamanan dan desentralisasi yang diberikan oleh blockchain utama.

Dengan cara ini, layer 2 solution dapat memproses transaksi secara efisien di luar blockchain utama, yang memungkinkan untuk melakukan banyak transaksi off-chain (di luar rantai utama) sebelum hasilnya ditelegraf kembali ke blockchain utama untuk diakui. Ini mengurangi beban pada jaringan utama, meningkatkan efisiensi, dan mengurangi biaya transaksi.

Jenis-jenis Layer 2 Solution

Ada beberapa jenis layer 2 solution yang berbeda, masing-masing dengan pendekatan unik untuk meningkatkan kinerja blockchain:

1. State Channels

State channels adalah teknologi yang memungkinkan untuk melakukan transaksi di luar blockchain utama antara dua pihak atau lebih. Dalam state channels, hanya transaksi terakhir yang perlu dicatat di blockchain utama, sementara transaksi lainnya tetap ada di lapisan di atasnya.

2. Plasma

Plasma adalah framework untuk membangun aplikasi blockchain dengan sisi terdesentralisasi. Ini memungkinkan untuk membuat rantai plasma yang lebih ringan di atas blockchain utama, dengan hanya menyimpan ringkasan kegiatan mereka di blockchain utama.

3. Rollups

Rollups adalah layer 2 scaling solution yang menggulirkan banyak transaksi ke dalam satu transaksi tunggal di blockchain utama. Ini dapat dilakukan dengan dua cara: rollups off-chain dan rollups on-chain.

Contoh Implementasi Layer 2 Solution

Banyak aplikasi dan protokol blockchain telah mengadopsi layer 2 solution untuk meningkatkan kinerja mereka. Contoh yang paling terkenal adalah aplikasi DeFi (Decentralized Finance) seperti Uniswap dan Aave yang menggunakan rollups untuk meningkatkan throughput dan mengurangi biaya transaksi mereka.

Kesimpulan

Layer 2 solution adalah teknologi yang sangat penting dalam ekosistem blockchain untuk meningkatkan skalabilitas dan mengurangi biaya transaksi tanpa mengorbankan keamanan. Dengan adopsi yang lebih luas dari layer 2 solution, diharapkan blockchain seperti Ethereum dapat menangani lebih banyak transaksi dan aplikasi dengan lebih efisien di masa depan.

Referensi:

Akademicrypto