Hal Yang Harus Dihindari Agar Sukses Bekerja

Hal Yang Harus Dihindari Agar Sukses Bekerja

Zombieinvasion –┬áMemiliki karir yang sukses adalah dambaan setiap karyawan. Apalagi di masa pandemi ini, banyaknya pegawai yang terkena pemutusan hubungan kerja (PHK) membuat beberapa pegawai yang tidak terdampak resah.

Sehingga karyawan merasa perlu untuk meningkatkan kinerjanya di perusahaan. Agar bisa bertahan dan sukses di karir masa depan. Anda harus menjaga usaha dan kerja keras untuk karir yang cemerlang.

1. Tidak Dapat Menetapkan Prioritas

Ketika Anda menjadi karyawan sebuah perusahaan, yang harus Anda lakukan adalah menetapkan prioritas. Jika kami tidak dapat memprioritaskan, kami akan berebut untuk menyelesaikan pekerjaan sebelum batas waktu.

Pertama, Anda menganalisis pekerjaan. Lakukan ini dengan pemahaman yang baik tentang pekerjaan sehingga Anda dapat membedakan bagian mana yang sulit dan bagian mana yang mudah dan perlu dipisahkan.

Anda kemudian dapat memisahkan pekerjaan dan mengurutkan setiap pekerjaan. Apa yang harus diselesaikan terlebih dahulu dan apa yang harus diselesaikan.

Kedua, tentukan tujuan utama. Intuisi untuk mengambil keputusan sangat penting di tempat kerja. Memiliki tujuan yang tepat di tempat kerja dalam seminggu adalah hal yang sangat baik. Jadi Anda bisa melakukan pekerjaan terlebih dahulu sesuai dengan tujuan utama. Hanya dengan begitu Anda dapat melakukan pekerjaan lain.

Ketiga, adalah untuk menilai pentingnya atau urgensi suatu pekerjaan yang dilakukan. Dimana beberapa aspek pekerjaan yang akan dilakukan harus diperhatikan.

Keempat, membuat jadwal kerja. Hal ini sangat berguna agar Anda selalu ingat kapan waktu kerja jatuh tempo. Hal ini juga dapat dilakukan untuk menggabungkan satu pekerjaan pada suatu waktu. Sehingga waktu yang dihabiskan lebih produktif.

Dengan menetapkan skala prioritas, pekerjaan dapat diselesaikan dengan sukses. Dan rasa ingin menunda-nunda akan hilang. Ini adalah langkah yang perlu Anda ambil jika Anda ingin memiliki karir yang sukses.

2. Pekerjaan sering ditunda

Menunda-nunda adalah kebiasaan yang sangat buruk. Karena ketika saatnya tiba untuk menyelesaikan pekerjaan, hasilnya tidak maksimal dan bahkan tidak mencapai tujuan yang diharapkan. Dengan cara ini bos bisa sangat kecewa dengan kinerja yang Anda berikan.

Agar tidak menunda pekerjaan, Anda harus menyusun jadwal secara tertulis. Jadi nantinya Anda bisa melihat jadwal kerja secara keseluruhan dan tidak terobsesi mengerjakan satu pekerjaan dalam satu waktu.

Buat juga kalender bulanan di desktop Anda. Tulis tanggal jatuh tempo untuk setiap pekerjaan di kalender. Tetapkan tenggat waktu palsu untuk memotivasi diri Anda menyelesaikan pekerjaan.

Karena salah satu penyebab menunda pekerjaan adalah merasa memiliki banyak waktu sebelum melakukan pekerjaan, sehingga ketika ada pekerjaan mendadak dari atasan, Anda tidak akan lumpuh karena tidak melakukan pekerjaan sebelumnya.

Juga, agar tidak menunda pekerjaan, Anda harus terlebih dahulu menghindari jejaring sosial. Saat lelah bekerja, jejaring sosial memang menjadi media hiburan paling sederhana. Namun, pengguna tidak dapat berhenti dan bahkan mungkin lupa waktu.

Sehingga banyak pekerjaan yang tertunda dan tidak selesai tepat waktu. Hindari jejaring sosial terlebih dahulu saat Anda memiliki pekerjaan. Selesaikan pekerjaan terlebih dahulu jika ingin karir yang sukses.

3. Tidak berani mengambil resiko

Setiap keputusan yang diambil dalam hidup membawa risikonya sendiri. Terutama di tempat kerja. Jika Anda ingin sukses dalam berkarir di dalam perusahaan, Anda harus menghadapi tantangan yang berisiko.

Karena pada umumnya suatu perdagangan yang kemungkinan besar hasilnya akan lebih baik jika berhasil melakukannya.Orang yang berani mengambil resiko selalu dihadapkan pada dua pilihan, yaitu gagal atau menang dengan gemilang.

Orang sukses adalah mereka yang telah menjalani cobaan berat dan mengambil banyak risiko. Untuk menjadi pengambil risiko yang baik, Anda perlu mengetahui semua hal penting dan nilai-nilai yang cocok untuk Anda.

Luangkan waktu untuk bertanya pada diri sendiri apa yang Anda inginkan.

Bagian dari menjadi pengambil risiko yang baik juga harus optimis dan realistis dalam menghadapi risiko besar. Saat mengambil keputusan, jangan hanya menggunakan sisi emosional, Anda juga harus berpikir rasional.

Cara ini juga bisa dilakukan dengan rajin membuat daftar pro dan kontra sehingga bisa diketahui mana yang rasional dan mana yang tidak. Dan dari semua daftar, tentukan mana yang berpotensi menimbulkan risiko tertinggi.

Belajar mengambil risiko juga bisa dimulai dari hal-hal kecil yang kini bisa dilakukan. Seperti, misalnya, mengatasi semua kesulitan kecil yang Anda temui setiap hari.

4. Takut Akan Kegagalan

Setiap bisnis harus selalu dimulai dengan kegagalan. Itu adalah sesuatu yang normal yang selalu harus Anda hadapi, juga jika Anda ingin sukses dalam balapan. Karena untuk berhasil, Anda harus selalu berjuang. Tidak ada yang mudah dalam mencapainya.

Harus diingat bahwa untuk sukses dalam berkarir tidak bisa instan. Itu adalah proses yang panjang dan dia harus melalui banyak kegagalan. Meski bukan tugas yang mudah, Anda harus selalu menghadapi kegagalan dan pantang menyerah dalam menghadapi setiap kegagalan yang menghadang.

Jika Anda takut gagal, maka keraguan akan terus muncul jika Anda ingin memulai dari awal. Jika ragu, Anda tidak akan bisa fokus memperbaiki semua masalah yang muncul.

Takut gagal juga akan membuat Anda tidak memilih untuk tetap berada di zona nyaman Anda. Sehingga membuat Anda menjadi orang yang tidak berkembang. Dan dia akan tetap di posisi yang sama selama bertahun-tahun.

Jika rasa takut akan kegagalan masih menghantui Anda, yang terbaik adalah mengakui terlebih dahulu emosi yang mengalir dalam diri Anda. Dengan cara ini, ketakutan berlebihan akan kegagalan dapat dihindari.

Kemudian temukan seseorang yang Anda percayai dengan siapa Anda dapat mendiskusikannya secara mendetail. Selanjutnya, cari hal-hal yang dapat Anda kendalikan, seperti harus mengerjakan proyek yang tidak dapat Anda kendalikan.

Coba cari orang yang sudah berpengalaman dan jangan ragu untuk berbagi ilmu. Hal ini dapat membuat Anda mampu mengendalikan situasi, lalu tanyakan pada diri Anda hal positif apa yang bisa diambil dari kegagalan yang telah terjadi.

Tidak hanya itu, yakinlah bahwa kondisi ini memungkinkan Anda untuk berkembang jauh lebih baik dengan mempelajari banyak hal. Metode ini dapat menipu seseorang untuk menerima rasa takut dan mengambil tindakan lagi.

Referensi:

Blitarkota

gaji kontraktor